Kado Impian untuk Ayah

AmazingShared.com – Ayahku bukanlah seorang presiden, menteri, anggota DPR, direktur, ataupun pengusaha kaya yang mempunyai cabang usahanya di setiap daerah seluruh Indonesia. Ayah adalah sosok kharismatik yang sangat menyayangi buah hatinya, pelindung keluarga, benteng utama yang siap untuk diandalkan setiap waktu. Ayahku adalah seorang pria tangguh yang mengacuhkan sapaan hawa dingin malam hari untuk pergi ke pasar, karena pasokan sayur serta rempah-rempah yang menjadi salah satu barang dagangannya baru datang ketika malam tiba. Tak hanya angin malam, musim hujan yang kini sedang terjadi tak jarang membuat ayah pulang ke rumah dengan keadaan basah kuyup dan kedinginan. Walaupun begitu, tidak pernah kudengar satu keluh pun terlontar darinya.

cerita-ayah

Source : google.com

Sampai saat ini, aku selalu ingat ketika beliau mengatakan ingin sekali mempunyai sebuah jaket kulit yang nyaman dan hangat. Tapi semua orang tua pasti lebih mementingkan prioritas lain daripada kepentingan pribadinya. Rasanya aku ingin membelikan sebuah jaket kulit untuknya, sebuah benda sederhana yang dapat melindungi ayah dari dinginnnya malam yang menusuk tulang. Selama ini rasanya hampir tidak pernah beliau menolak segala keinginanku yang bermacam-macam dan banyak sekali, bahkan barang-barang yang kuminta harganya melebihi sebuah jaket kulit keluaran terbaru.

Mungkin sekarang aku bukan seorang pengusaha kaya atau anggota dewan yang bergaji jutaan, melainkan hanya seorang siswa SMA yang dipusingkan oleh ujian serta pendaftaran universitas lanjutan. Namun kurasa tidak perlu menunggu agar menjadi orang kaya untuk membahagiakan Ayah, dengan hobiku menulis, berusaha aku mengikuti beberapa event dari penerbit indie, mengirim cerpen ke media cetak, sampai menyusun draft novel, semua kulakukan dengan harapan mempunyai buku dengan namaku sendiri di sampulnya sehingga dari buku teresbut aku dapat menerima sejumlah uang, tak banyak yang kuinginkan, hanya beberapa rupiah untuk membeli sebuah jaket kulit baru sesuai yang diinginkan Ayah. Meskipun ada uang tabungan di bank yang nantinya akan kugunakan untuk kuliah, tapi uang itu berasal dari kedua orangtuaku. Pasti akan sangat menyenanangkan jika kulihat senyum Ayah yang merekah karena mendapat kejutan dari putri kecil kesayangannya ini. lagipula alangkah lebih berkesan jika kado yang kuberikan pada Ayah kubeli dengan hasil jerih payah sendiri.

Ulang-tahun-Ayah

Source: google.com

Seperti Ayah yang tidak pandai mengungkapkan kasih sayang lewat kata-kata romantis secara langsung, namun di balik itu berusaha memberikan semua yang terbaik untuk orang-orang yang dikasihinya. Aku tak pernah mengatakan akan membelikannya sebuah jaket kulit, namun sebagai anak perempuan satu-satunya dari dua bersaudara, ingin sekali melihatnya tersenyum dengan hadiah kecil itu. Selama ini aku tak pernah membelikan Ayah dan Ibu apapun dengan uangku sendiri. Upah menulis yang tak seberapa justru kuhabisakan untuk membeli paket internet. Namun beberapa waktu terakhir ini aku menyadari pada punggung yang terlihat kuat itu menahan beratnya beban yang selalu dipikulnya dan di balik raut wajah yang terkesan “Aku baik-baik saja, Nak.” Tersuratkan lelah yang ia sembunyikan.

Andai aku ada di posisinya, pasti tubuhku sudah demam dan seluruh kulitku gatal-gatal karena alergi dingin. Bahkan terkena udara pagi saja sering membuatku bersin-bersin. Aku tidak tahu seberapa lama Ayah akan bertahan dengan dinginnya malam, yang kutahu Ayah itu sangat hebat, kuberharap semoga Tuhan tetap menjaganya dengan kehangatan kasih dari doa orang-orang yang sedang Ayah perjuangkan. Ketahuilah Ayah, lelahmu adalah kekuatan untuk kami anak-anakmu untuk berjuang, darimu pula kami berlajar tentang manisnya rasa sabar. Entah kapan aku bisa membelinya http://www.elevenia.co.id/ctg-jaket-blazer-pria semoga secepatnya jaket ini dapat kupersembahkan untuk Ayah dengan rasa bangga.

Leave a Reply